Selasa, 25 Agustus 2009
Sabtu, 22 Agustus 2009
Senin, 2009 Agustus 17
17 Agustus-an
Dalam rangka memperingati hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 64, civitas akademika SMPN 28 Batam mengadakan berbagai perlombaan antar kelas seperti tarik tambang, futsal sambil memakai kain, bakiak, makan kerupuk, photo klasik, speech contest dll sambil diiringni alunan suara musik orgen tungal. Dan yang paling menarik namun sebagian dari siswa masih kewalahan untuk membuatnya adalah lomba Blog antar siswa SMPN 28 Batam. hasilnya para 'youth blogger' ini ingin mengepresikan dan mengapresiasi kemerdekaan dengan berbagai postingan dan tampilan yang mengepresikan kemerdekaan dari zaman 'the oldest till newest', sungguh membanggakan melihat spritisme dalam partisipasi youth blogger ini dalam seluruh kegiatan memperingati hari kemerdekaan bangsa ini yang tepat jatuh pada tanggal 17 agustus 2009...MERDEKA, MERDEKA, MERDEKA...Minggu, 16 Agustus 2009
Sabtu, 15 Agustus 2009
Supaya hubungan komunikasi dan silaturahim dengan sesama siswa yang ada, termasuk guru di SMPN 28 Batam tetap berjalan baik, kini sudah ada wadah berhimpun bagi semua alumni SMPN28 Batam, yaitu blog sekolah (www.smpn28batam.blogspot.com), email ikatan alumni (iluni_smpn28batam@yahoo.co.id) dan alamat di dalam facebook sekolah (smpnduadelapan Batam) . Anda bebas berkirim informasi. Asalkan sopan, membangun dan menjaga citra sekolah.
Kami menyadari rekan semua termasuk guru, merasa kesulitan berhubungan dengan siswa yang sudah tamat. Atas inisiatif sekolah, yang menjadi pioner Kepala SMPN 28 Batam, Mardi SPd, kini sudah tersedia beberapa alamat email, mantan siswa SMPN28 Batam, angkatan 2009. Selengkapnya tercatat dibawah ini. Bagi siswa atau alumni yang ingin bergabung, silakan kirim biodata ke alamat email: iluni_smpn28batam@yahoo.co.id, salinannya sebagai berikut:
SAAT ini, rekan kelas II di SMPN 28 Batam segera menyelesaikan pendidikannya.Mudah2an mereka lulus 100 persen, dan melanjutkan pendidikan ke sekolah-sekolah yang berkualitas. Perpisahan dengan mereka sudah diambang mata, bahkan sulit terealakkan. Tahniah untuk mereka yang sukses!
Nama : syahril
Kelas : 3b
No.ujian : 02-028-104-9
Email: syahril_28@yahoo.co.id
Nama : Nur fadhilah
Kelas : III b
No ujian : 02-028-061-4
Email: fadhilah_3b@yahoo.co.id
Nama : M. Ramadhan I.P
Kelas : 3b
No ujian : 02-028-050-7
Email: ramadhan_3b@yahoo.co.id
Nama : sepriyan farsadi
Kelas : 3a
No.ujian : 02-028-078-3
Email: sepriyan_3a@yahoo.com
Nama : Putri febri yanti
Kelas IXa
No. ujian :02-028-065-8
Email: putrifebri_ory3a@yahoo.co.
Nama : Nadya Efendi
No Peserta : 02-028-056-9
Kelas : 3@
Email: nadyaefendi_3a@yahoo.co.id
Nama : Winda nelmi octaviani Hs
Kelas : 3a
Mapel : TIK
No.ujian : 02-028-093-4
winda_nelmi3a@yahoo.co.id
Nama:nurita novianti
Kelas:3a
Sekolah:smp 28
Nomor ujian:02-028-100-5
Email: nurita_3a@yahoo.co.id
Nama : Mery Astuti
Kelas : IX a
Sekolah: Smpn 28 Batam
No ujian : 02-028-047-2
Email: meryastuti_3a@yahoo.co.id
Nama: ng.shuny
Kelas: 3a
Mata pelajaran: TIK
No.ujian: 02-028-058-7
Email: ng.shuny_3a@yahoo.co.id
Nama : Muhammad Ridwan
Email: m.ridwan_3a@yahoo.co.id
Nama : Octa Viali
Kelas : 3 a
No ujian : 02-028-062-3
Email: octaviali_3a@yahoo.co.id
Nama: Risa Nanda Yusar
Kelas: IX A
No. Ujian: 02-028-099-6
Email: risanandayusar_3a@yahoo.co
Nama: sari wijayanti
Kelas 3a
No ujian 02-028-075-6
Email: sariwijayanti_3a@yahoo.com
Nama : Ria Chuswatun Hasanah
Kelas : IX_a
No Ujian : 02-028-068-5
Email: riachuswatun_3a@yahoo.co.i
Nama: seni mega wati
Kelas: 3 a
Sekolah : SMPN 28
No ujian : 02-028-077-4
Email: seni_3a@yahoo.co.id
Nama : fikrah primayanda
Mata pelajaran :tik
Kelas :3 B
No.ujian : 02-028-030-3
Email : fikrah_3b@yahoo.co.id
Nama: Surya Tanjung
Kelas: IX b
NoMorUjian:02-028-085-4
Email: surya_smp28@yahoo.co.id
Nama :meyliana
Kelas:3b
No ujian:02-028-049-8
Email: meyliana_3b@yahoo.co.id
Nama: anggela prameswari riscika
Kelas: 3b
No ujian: 02-028-007-2
Email: anggela.prameswari3b@yahoo
Nama:dewi sulpikah
Kelas:3a
No ujian:02-028-019-6
Email: dewisul_3a@yahoo.co.id
Nama :Tika ratnasari
Kelas :3B
Nomor Ujian :02-028-089-8
Email: tika_imutz3b@yahoo.co.id
Nama : Talcha
Kelas : 3b
no ujian :02-028-103-2
Email: talcha_3b@yahoo.co.id
Nama :dimaz abi
Kelas : IXA
Nomor Ujian : 02-028-021-4
Email: dimaz.aby_3a@yahoo.co.id
Nama : Dicky Eryzon
Kelas : IX a
No.ujian : 02-028-020-5
Email: dicky_3a@yahoo.com
Nama: Hermi Hermanto
Kelas: 3a
No.ujian: 02-028-036-5
Tanggal lahir : 29 maret 1993
Email: hermi_3a@yahoo.com
Nama: citra hati perdana
Kelas:3a
Nomor ujian:02-028-015-2
Email: citrahati_3a@yahoo.co.id
Nama : hesty delviani
Kelas : 3a
No.ujian : 02-028-037-4
Email: hestydelviani_3a@yahoo.co.
Nama : Adi Kurnia
Email: adikurnia_3a@yahoo.com
Nama : Gusti Hermawansyah Putra
Kelas : IX a
No ujian : 02-028-034-7
Email: gusti_gokilz_3a@yahoo.com
Nama: Edi kurniawan
Kelas: 3a
No ujian: 02-028-024-9
Email: edi_3a@yahoo.com
Nama : eka putri
Kelas : 3a
Sekolah : smp 28
No Ujian : 02-028-025-8
Email: eka_putri_3a@yahoo.co.id
Nama : Dewi Asryana Abdullah
Kelas : 3a
No.ujian : 02-028-017-8
Email: dewi_asryana_3a@yahoo.co.i
Nama : ika savira putri
Kelas : 3a
Sekolah :smp n 28
Nomor ujian : 02-028-039-2
Email: ikasavira_3a@yahoo.co.id
Nama : Gilang Perdana S.
Kelas : 3 A
No Ujian : 02-028-033-8
Email: gilang_gokilz_3a@yahoo.com
Nama : dewi nurhayati
Kelas : 3a
No. ujian : 02-028-018-7
Tanggal lahir : 23 januari 1995
Gol darah : b
Email: dewi.nurhayati3a@yahoo.com
Nama : Ibrani Antoni Aruan
Kelas : 3.B
No. Ujian : 02-028-038-3
Email; ibraniantony3b@yahoo.co.id
Nama:Elinawati
Kelas:IX B
No.Ujian: 02-028-026-7
Email: elina3b@yahoo.co.id
Nama : Bagus Imam Febrianto
Kelas : 3B
No ujian : 02-028-013-4
Email: bagus_3b@yahoo.co.id
Nama: Ayu amelia
Kelas :3b
No ujian :02-028-011-6
Email: ayu_amelia3b@yahoo.co.id
Nama : fitri suryaningsih
Kelas : 3b
Nomor ujian : 02-028-098-7
Email: fitrisuryaningsih33@yahoo.
Nama : Ade andriyanto
kelas : IX b
No.ujan : 02-028-002-7
Email: ade_andry28@yahoo.co.id
Nama : Bagus Imam Febrianto
Kelas : 3B
No ujian : 02-028-013-4
Email: bagus_3b@yahoo.co.id
Nama : frans daniel
Kelas : 3b
Nomor: 02-028-032-9
Email: frans_3b@yahoo.com
Nama:Sugeng A.s
Kelas: IX b
No ujian: 02-028-084-5
Email: sugeng_3b@yahoo.co.id
Nama : Siti rahayu
Kelas : 3 b
No.ujian : 02-028-082-7
Email: sitirahayu3b@yahoo.co.id
Nama:Yoppika canang setiawan
Kelas: IX b
No ujian:02-028-095-2
Email : yoppika_3b@yahoo.co.id
Nama:Robi seplani
Kelas: IX b
No ujian:02-028-071-2
Email : robi_3b@yahoo.co.id
Nama : Restu hasanudin rismanto
Kelas : 3b
No.ujian : 02-028-067-6
Email : hasan_3b@yahoo.co.id
Nama : Septiawati
Kelas : 3 b
No ujian :02 028 079 2
Email: ayuseptiawati@yahoo.co.id
Nama : Melisha
Kelas : 3b
No ujian : 02-028-046-3
Email: melisha_3b@yahoo.co.id
Nama : Syahril
Kelas : 3b
No.ujian : 02-028-104-9
Email: syahril_28@yahoo.co.id
Nama : Tofik Septofyandri hamar
Kelas : 3b
sekolah : smpn 28 batam
alamat : cikitsu A8.10 batam center
no peserta : 02-028-090-7
Email: tofik_28_3b@yahoo.co.id
Nama : Syarifah Ulia
Kelas: IXb
Nomor Ujian :02-028-087-2
Email: syarifah_3b@yahoo.com
Nama : Lusi
Nomor : 02-028-042-7
Tempat \Tgl Lahir :koto buruk Lb Alung,17 february 1994
Asal sekolah : SMP Negeri 28 Batam
Kelas: 3b
Email: lusi_girls3b@yahoo.co.id
Nama : Maharani Jalius
Kelas: IXb
Nomor Ujian: 020280454
Email: jaliusmaharani@yahoo.co.id
Nama : Donny Ardiyanto
No.Ujian :028-022-3
TGL Lahir:03 Januari 1994
Asal sekolah: SMPN028
Alamat : Kp Panglong Batu Besar
Email: donnyardiyandonny@ymail.co
Nama : DryasisKi Pratiwi
Kelas : 3b
No.Ujian : 02-028-023-2
Email: drya_siski3b@yahoo.co.id
Nama :fikrah primayanda
Kelas: 3 b
No ujian : 02-028-030-3
Email: fikrah_3b@yahoo.co.id
Nama : Ade andriyanto
Kelas : IX b
No.ujan : 02-028-002-7
Email: ade_andry28@yahoo.co.id
Nama : abdul kadir
Kelas: 9a
No.ujian : 02-028-001-8
Email: kadir_3a@yahoo.com
Nama : Winda nelmi octaviani Hs
Kelas : 3a
No.ujian : 02-028-093-4
Email: winda_nelmi3a@yahoo.co.id
NaMa : ZeiLa siFa Rosa
NoMor : 02 – 028 – 096 - 9
ttL : paNgkaL piNang, 19 juNi 1994
asaL sekoLah : SMPN 28 baTam
addRess : taMan doTaMana iNdah
ciTa - ciTa : aRsiTek
MoTTo : jUst be youR seLf
Email: rosa_cute_3a@yahoo.co.id
Nama : Febri suci andani
Kelas : 3a
No ujian : 02-028-027-6
febri_suci3a@yahoo.co.id
Nama : okta viali efurenza putra
Kelas : 3 a
No ujian : 02-028-062-3
Email: octaviali_3a@yahoo.co.id
catatan: dibuat pada hari Jum'at tanggal 15 Mei 2009, dalam ujian praktek mata pelajaran TIK dibawa bimbingin kepala sekolah, Mardi SPd, Guru Mata Pelajaran, Herman Sawiran dan guru pembimbing; Iselsariandi. Ujian dilaksanakan secara bertahap di warnet SPBU Simpang Kurnia Djaya Batam Centre, mengingat s/d TP 2009, SMPN28 Batam belum memiliki laboratorium komputer/multimedia yang bisa dijadikan sebagai sarana pembelajaran dan ujian. Mudah-mudahan alamat email ini bermanfaat, amin.
Dalam rangka menyambut HUT RI ke 64, Pemko Batam mengadakan Gotong Royong atau Green & Clean City Batam Island yang di hadiri oleh Wakil Wali Kota Batam Bapak Ir. Ria Saptarika dan diikuti beberapa sekolah dari TK sampai SMA, yang berada diwilayah Batam Center. Kepala Sekolah SMPN 28 Batam Pak Mardi, SP.d mengatakan bahwa kegiatan semacam ini perlu digalakkan dan ditumbuh kembangkan sejak dini dan berkesinambungan serta sangat didukung sekali oleh SMPN 28 yang juga mengirimkan "duta-duta kebersihan" mereka yang diwakili oleh anak-anak kelas VIII. Kegiatan yang diikuti +/- 500 siswa berlangsung dimulai dari pukul 07.00 s/d 10.30 berlangsung tertib, anak-anak SMPN 28 kelas VIII yang dibimbing oleh Pak Rosidi dan Pak Soni dengan riang gembira membersihkan saluran air, parit, jalan-jalan serta sampah dengan peralatan sapu, cangkul dsbnya. Pada kesempatan ini pula penanaman beberapa bibit-bibit pohon sesuai dengan konsep pemerintah Kota Batam Green & Clean City. Mari kita dukung agar Batam menjadi kota yang maju dengan ramah lingkungan dan sehat ...
Rabu, 12 Agustus 2009
Photo Galeri
Minggu, 2009 Mei 24
Susahnya Mencari Guru
Senin, 2009 Mei 18
Laskar Palangi
Pada tanggal 6 Agustus 1945 sebuah bom atom dijatuhkan di atas kota HiroshimaAmerika Serikat yang mulai menurunkan moral semangat tentara Jepang di seluruh dunia. Sehari kemudian Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia BPUPKI, atau "Dokuritsu Junbi Cosakai", berganti nama menjadi PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia) atau disebut juga Dokuritu Junbi Inkai dalam bahasa Jepang, untuk lebih menegaskan keinginan dan tujuan mencapai kemerdekaan Indonesia. Pada tanggal 9 Agustus 1945, bom atom kedua dijatuhkan di atas Nagasaki sehingga menyebabkan Jepang menyerah kepada Amerika Serikat dan sekutunya. Momen ini pun dimanfaatkan oleh Indonesia untuk memproklamasikan kemerdekaannya. Jepang oleh
Soekarno, Hatta selaku pimpinan PPKI dan Radjiman Wedyodiningrat sebagai mantan ketua BPUPKI diterbangkan ke Dalat, 250 km di sebelah timur laut Saigon, Vietnam untuk bertemu Marsekal Terauchi. Mereka dikabarkan bahwa pasukan Jepang sedang di ambang kekalahan dan akan memberikan kemerdekaan kepada Indonesia. Sementara itu di Indonesia, pada tanggal 14 Agustus 1945, Sutan Syahrir telah mendengar berita lewat radio bahwa Jepang telah menyerah kepada Sekutu. Para pejuang bawah tanah bersiap-siap memproklamasikan kemerdekaan RI, dan menolak bentuk kemerdekaan yang diberikan sebagai hadiah Jepang.
Pada tanggal 12 Agustus 1945, Jepang melalui Marsekal Terauchi di Dalat, Vietnam, mengatakan kepada Soekarno, Hatta dan Radjiman bahwa pemerintah Jepang akan segera memberikan kemerdekaan kepada Indonesia dan proklamasi kemerdekaan dapat dilaksanakan dalam beberapa hari, tergantung cara kerja PPKI.[1] Meskipun demikian Jepang menginginkan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 24 Agustus.
Dua hari kemudian, saat Soekarno, Hatta dan Radjiman kembali ke tanah air dari Dalat, Sutan Syahrir mendesak agar Soekarno segera memproklamasikan kemerdekaan karena menganggap hasil pertemuan di Dalat sebagai tipu muslihat Jepang, karena Jepang setiap saat sudah harus menyerah kepada Sekutu dan demi menghindari perpecahan dalam kubu nasionalis, antara yang anti dan pro Jepang. Hatta menceritakan kepada Syahrir tentang hasil pertemuan di Dalat. Soekarno belum yakin bahwa Jepang memang telah menyerah, dan proklamasi kemerdekaan RI saat itu dapat menimbulkan pertumpahan darah yang besar, dan dapat berakibat sangat fatal jika para pejuang Indonesia belum siap. Soekarno mengingatkan Hatta bahwa Syahrir tidak berhak memproklamasikan kemerdekaan karena itu adalah hak Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Sementara itu Syahrir menganggap PPKI adalah badan buatan Jepang dan proklamasi kemerdekaan oleh PPKI hanya merupakan 'hadiah' dari Jepang (sic).
Pada tanggal 14 Agustus 1945 Jepang menyerah kepada Sekutu. Tentara dan Angkatan Laut Jepang masih berkuasa di Indonesia karena Jepang telah berjanji akan mengembalikan kekuasaan di Indonesia ke tangan Sekutu. Sutan Sjahrir, Wikana, Darwis, dan Chaerul Saleh mendengar kabar ini melalui radio BBC. Setelah mendengar desas-desus Jepang bakal bertekuk lutut, golongan muda mendesak golongan tua untuk segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Namun golongan tua tidak ingin terburu-buru. Mereka tidak menginginkan terjadinya pertumpahan darah pada saat proklamasi. Konsultasi pun dilakukan dalam bentuk rapat PPKI. Golongan muda tidak menyetujui rapat itu, mengingat PPKI adalah sebuah badan yang dibentuk oleh Jepang. Mereka menginginkan kemerdekaan atas usaha bangsa kita sendiri, bukan pemberian Jepang.
Soekarno dan Hatta mendatangi penguasa militer Jepang (Gunsei) untuk memperoleh konfirmasi di kantornya di Koningsplein (Medan Merdeka). Tapi kantor tersebut kosong.
Soekarno dan Hatta bersama Soebardjo kemudian ke kantor Bukanfu, Laksamana Muda Maeda, di Jalan Medan Merdeka Utara (Rumah Maeda di Jl Imam Bonjol 1). Maeda menyambut kedatangan mereka dengan ucapan selamat atas keberhasilan mereka di Dalat. Sambil menjawab ia belum menerima konfirmasi serta masih menunggu instruksi dari Tokyo. Sepulang dari Maeda, Soekarno dan Hatta segera mempersiapkan pertemuan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) pada pukul 10 pagi 16 Agustus keesokan harinya di kantor Jalan Pejambon No 2 guna membicarakan segala sesuatu yang berhubungan dengan persiapan Proklamasi Kemerdekaan.
Sehari kemudian, gejolak tekanan yang menghendaki pengambilalihan kekuasaan oleh Indonesia makin memuncak dilancarkan para pemuda dari beberapa golongan. Rapat PPKI pada 16 Agustus pukul 10 pagi tidak dilaksanakan karena Soekarno dan Hatta tidak muncul. Peserta rapat tidak tahu telah terjadi peristiwa Rengasdengklok.
[sunting] Peristiwa Rengasdengklok
-
Artikel utama untuk bagian ini adalah: peristiwa Rengasdengklok
Para pemuda pejuang, termasuk Chaerul Saleh, Sukarni, dan Wikana --yang konon kabarnya terbakar gelora heroismenya setelah berdiskusi dengan Ibrahim gelar Datuk Tan Malaka --yang tergabung dalam gerakan bawah tanah kehilangan kesabaran, dan pada dini hari tanggal 16 Agustus 1945. Bersama Shodanco Singgih, salah seorang anggota PETA, dan pemuda lain, mereka membawa Soekarno (bersama Fatmawati dan Guntur yang baru berusia 9 bulan) dan Hatta, ke Rengasdengklok, yang kemudian terkenal sebagai peristiwa Rengasdengklok. Tujuannya adalah agar Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta tidak terpengaruh oleh Jepang. Di sini, mereka kembali meyakinkan Soekarno bahwa Jepang telah menyerah dan para pejuang telah siap untuk melawan Jepang, apa pun risikonya.
Di Jakarta, golongan muda, Wikana, dan golongan tua, yaitu Mr. Ahmad Soebardjo melakukan perundingan. Mr. Ahmad Soebardjo menyetujui untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia di Jakarta. maka diutuslah Yusuf Kunto untuk mengantar Ahmad Soebardjo ke Rengasdengklok. Mereka menjemput Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta kembali ke Jakarta. Mr. Ahmad Soebardjo berhasil meyakinkan para pemuda untuk tidak terburu - buru memproklamasikan kemerdekaan. Setelah tiba di Jakarta, mereka pulang kerumah masing-masing. Mengingat bahwa hotel Des Indes (sekarang kompleks pertokoan di Harmoni) tidak dapat digunakan untuk pertemuan setelah pukul 10 malam, maka tawaran Laksamana Muda Maeda untuk menggunakan rumahnya (sekarang gedung museum perumusan teks proklamasi) sebagai tempat rapat PPKI diterima oleh para tokoh Indonesia.
[sunting] Pertemuan Soekarno/Hatta dengan Jenderal Mayor Nishimura dan Laksamana Muda Maeda
Malam harinya, Soekarno dan Hatta kembali ke Jakarta. Mayor Jenderal Moichiro Yamamoto, Kepala Staf Tentara ke XVI (Angkatan Darat) yang menjadi Kepala pemerintahan militer Jepang (Gunseikan) di Hindia Belanda tidak mau menerima Sukarno-Hatta yang diantar oleh Maeda Tadashi dan memerintahkan agar Mayor Jenderal Otoshi Nishimura, Kepala Departemen Urusan Umum pemerintahan militer Jepang, untuk menerima kedatangan rombongan tersebut. Nishimura mengemukakan bahwa sejak siang hari tanggal 16 Agustus 1945 telah diterima perintah dari Tokio bahwa Jepang harus menjaga status quo, tidak dapat memberi ijin untuk mempersiapkan proklamasi Kemerdekaan Indonesia sebagaimana telah dijanjikan oleh Marsekal Terauchi di Dalat, Vietnam. Soekarno dan Hatta menyesali keputusan itu dan menyindir Nishimura apakah itu sikap seorang perwira yang bersemangat Bushido, ingkar janji agar dikasihani oleh Sekutu. Akhirnya Sukarno-Hatta meminta agar Nishimura jangan menghalangi kerja PPKI, mungkin dengan cara pura-pura tidak tau. Melihat perdebatan yang panas itu Maeda dengan diam-diam meninggalkan ruangan karena diperingatkan oleh Nishimura agar Maeda mematuhi perintah Tokio dan dia mengetahui sebagai perwira penghubung Angkatan Laut (Kaigun) di daerah Angkatan Darat (Rikugun) dia tidak punya wewenang memutuskan.
Setelah dari rumah Nishimura, Sukarno-Hatta menuju rumah Laksamana MaedaProklamasi. Setelah menyapa Sukarno-Hatta yang ditinggalkan berdebat dengan Nishimura, Maeda mengundurkan diri menuju kamar tidurnya. Penyusunan teks Proklamasi dilakukan oleh Soekarno, M. Hatta, Achmad Soebardjo dan disaksikan oleh Soekarni, B.M. Diah, Sudiro (Mbah) dan Sayuti Melik. Myoshi yang setengah mabuk duduk di kursi belakang mendengarkan penyusunan teks tersebut tetapi kemudian ada kalimat dari Shigetada Nishijima seolah-olah dia ikut mencampuri penyusunan teks proklamasi dan menyarankan agar pemindahan kekuasaan itu hanya berarti kekuasaan administratif. Tentang hal ini Bung Karno menegaskan bahwa pemindahan kekuasaan itu berarti "transfer of power". Bung Hatta, Subardjo, B.M Diah, Sukarni, Sudiro dan Sajuti Malik tidak ada yang membenarkan klaim Nishijima tetapi di beberapa kalangan klaim Nishijima masih didengungkan. (kini Jalan Imam Bonjol No.1) diiringi oleh Myoshi guna melakukan rapat untuk menyiapkan teks
Setelah konsep selesai disepakati, Sajuti menyalin dan mengetik naskah tersebut menggunakan mesin ketik yang diambil dari kantor perwakilan AL Jerman, milik Mayor (Laut) Dr. Hermann Kandeler.[2] Pada awalnya pembacaan proklamasi akan dilakukan di Lapangan Ikada, namun berhubung alasan keamanan dipindahkan ke kediaman Soekarno, Jalan Pegangsaan Timur 56[3] (sekarang Jl. Proklamasi no. 1).
Supaya lomba-lomba yang diadakan oleh KJRI itu bisa diikuti oleh masyarakat Indonesia yang ada di Hamburg, maka penyelenggaraannya dipilih pada hari Minggu. Non-stop dari pagi sampai sore hari. Lomba badminton, bola voli, tenis meja, dan futsal diadakan pada hari Minggu, 23 Juli 2006 di Alsterdorf Sporthalle, sedangkan lomba tarik tambang, balap karung, makan kerupuk, memasukkan pinsil ke botol, membawa bola pingpong di sendok, catur, gaple, dan playstation diadakan pada hari Minggu 30 Juli 2006 di KJRI Hamburg.
Lomba-lomba sudah pasti berjalan seru, maklum acara ini kan cuman berlangsung satu tahun sekali, sayang juga kan kalau dilewatkan begitu saja? Nah saking antusiasnya masyarakat ikutan lomba, satu orang bisa sampai ikutan semua lomba, padahal supaya menghemat waktu, panitia maunya acara lomba bisa berlangsung paralel. Makanya kadangkala ada saja kejadian yang kocak. Orang yang harusnya bertanding tenis meja, ketika dipanggil eh ternyata masih main badminton. Ada juga tim yang dibentuk secara mendadak, seperti pada pertandingan bola voli dan futsal. Dan yang lebih lucu lagi, ada satu orang yang menjadi anggota dari tim yang berbeda, dan sialnya lagi kedua tim yang diperkuatnya itu masuk ke babak berikutnya dan harus saling bertemu. Akibatnya, kedua tim tersebut harus memperebutkan orang itu, dan tim yang akhirnya tidak mendapatkan orang itu harus sibuk merekrut anggota baru. Kalau sudah begini, panitia hanya bisa ketawa ngakak…
Anak-anak termasuk yang antusias mengikuti lomba-lomba tradisional seperti tarik tambang, makan kerupuk, balap karung, memasukkan pinsil ke botol, dan membawa bola pingpong di sendok. Sama seperti pada kasus pertandingan olahraga, semua anak pun ingin bisa ikut dalam semua pertandingan yang ada. Nggak perlu jadi juara, yang penting seneng dan meriah! Apalagi kebetulan cuaca di Hamburg juga lagi cerah. Dan yang lebih seru lagi, cewek dan cowok saling bersaing dalam lomba yang sama. Kesetaraan gender pokoknya lah! hehehe…
Ibu-ibu juga termasuk yang nggak rela melewatkan lomba tarik tambang, meskipun sehabis ikutan lomba itu badan jadi pegel-pegel dan terpaksa suami harus turun tangan mijetin malam harinya
.
Oh iya, menurut anak-anak yang ikut lomba, lomba makan kerupuk termasuk yang paling susah. Bukan karena kerupuknya digantung terlalu tinggi, juga bukan karena kerupuknya terlalu besar, tapi karena kerupuknya agak alot dan melempem. hahaha… Mungkin seharusnya panitia nyediainnya kerupuk Palembang yang renyah dan gurih.
Lomba 17-an memang selalu seru! Apalagi buat kita-kita yang tinggal di negeri orang.



